Sejarah IndoMS


Himpunan Matematika Indonesia didirikan pada tanggal 15 Juli 1976 di Bandung. Sebagai pemicu pendiriannya adalah Prof. Dr. L P Yee, namun didirikannya merupakan hasil pemikiran dari banyak profesor, antara lain Prof. Andi Hakim Nst., Prof. Moedomo, Prof. Soehakso, Prof. Slamet Dayono, dan lain-lain. Himpunan ini merupakan wadah bagi matematikawan, pendidik, pengguna, dan penggemar matematika, dengan nama

HIMPUNAN MATEMATIKA INDONESIA

(INDONESIAN MATHEMATICAL SOCIETY)

disingkat IndoMS. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, beserta Program Kerja, dan Pengurusnya dapat dilihat pada website IndoMS di http://indoms.id

 

Pada bulan Mei tahun 2014 IndoMS mempunyai anggota sebanyak 1.235 orang dan  yang aktif sampai januari 2015 adalah 1600 orang, terdiri dari staf pengajar, peneliti matematika, statistika dan pendidikan matematika dari 30 universitas negeri maupun swasta, serta guru sekolah/madrasah mulai dari tingkat  SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA. Hal yang mendorong terlaksananya Konferensi Nasional Matematika yang pertama (1976) di Institut Teknologi Bandung (ITB) adalah Prof. Dr. Lee Peng Yee dari National University of Singapore (NUS), yang saat ini beliau bekerja di National Institute of Education (NIE). Pada saat itu beliau berharap sekali ada konferensi para matematikawan di Indonesia. Beliau berkunjung ke ITB Bandung. Pertama beliau bertemu dengan Prof. Dr. A. Arifin (almarhum) dan menyarankan agar ada pertemuan para matematikawan. Kemudian beliau juga berkunjung ke tempat lain yakni Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya. Di Surabaya pada waktu itu telah ada suatu organisasi para peminat matematika yang terdiri dari para matematikawan, pendidik, dokter, dan siapa saja yang menyukai matematika. Mereka menjalankan organisasi tersebut dengan mula-mula mengadakan pertemuan bulanan dan kegiatannya ini diberi nama “kelompok belajar matematika”. Setelah kegiatan “kelompok belajar matematika” ini berlangsung selama satu tahun, akhirnya pada tahun 1973 dibentuklah organisasi dengan nama Himpunan Peminat Matematika, disingkat HPM. Pendirinya adalah Prof. Drs. Slamet Dajono (almarhum), salah seorang dosen matematika di IKIP Surabaya waktu itu.

Keberadaan HPM dan kegiatannya waktu itu, menambah semangat Prof. Dr. Lee Peng Yee untuk mendorong diadakannya Konferensi Nasional Matematika Indonesia yang pertama. Beliau kembali lagi ke Bandung dan mendorong teman-teman di ITB menyelenggarakan konferensi. Akhirnya, dengan bekal semangat yang tinggi untuk memajukan matematika Indonesia, pada tahun 1976 diadakanlah Konferensi Nasional Matematika ke-1 di ITB Bandung. Pada saat itu juga Prof. Dr. Lee Peng Yee membawa beberapa orang koleganya dari luar negeri dan mengadakan Konferensi SEAMS (South East Asean Mathematical Society)  yang pertama di Indonesia. Bertindak sebagai panita penyelenggara adalah Dr. Bana Kartasasmita.

Jadi, penyelenggaraan Konferensi Nasional Matematika ke-1, yang dilaksanakan bersama-sama dengan Konferensi SEAMS, didorong oleh semangat yang menyala-nyala dari Prof. Dr. Lee Peng Yee untuk membudayakan konferensi antar matematikawan di kawasan Indonesia, dan disemangati pula oleh kegiatan yang dikembangkan oleh HPM yang mana dengan sedikit matematikawan tetapi kegiatannya dapat berjalan dengan baik secara rutin setiap bulan.

Pada acara konferensi nasional tersebut, akhirnya disepakati untuk dibentuk wadah di level nasional bagi para matematikawan, pendidik, dan para peminat matematika lainnya. Wadah itu sekarang dikenal dengan Himpunan Matematika Indonesia. Pemilihan kata Matematika dalam Himpunan Matematika Indonesia adalah dalam rangka memberikan kesempatan kepada orang yang bukan matematikawan tetapi berminat dalam matematika untuk menjadi anggota dan terlibat aktif di dalam kegiatan-kegiatan organisatoris. Nama Himpunan Matematika Indonesia ini pada waktu itu disepakati untuk tidak disingkat menjadi HMI karena dikhawatirkan akan terjadi kerancuan dengan organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang sudah ada sebelumnya.

Pada saat konferensi itu pulalah diadakan kongres yang pertama Himpunan Matematika Indonesia. Dua keputusan di antaranya adalah tentang Ketua Himpunan dan Pendiri Himpunan. Terpilih sebagai ketua himpunan pada waktu itu adalah Prof. Dr. M. Ansjar dari ITB, dan semua peserta yang hadir pada konferensi itu dinyatakan sebagai PENDIRI HIMPUNAN MATEMATIKA INDONESIA. Sejak berdirinya sampai saat ini IndoMS telah melaksanakan konferensi matematika  nasional sebanyak 19 kali, yaitu:

Tabel 1.1 Penyelenggaraan KNM-IndoMS

19.2018Universitas Brawijaya Malang

19.2018Universitas Brawijaya Malang

Ke Tahun Tempat Penyelenggaraan Konferenasi Nasional Matematika (KNM)
1. 1976 Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat
2. 1978 Universitas Gadjahmada (UGM) Yogyakarta, DIY
3. 1979 Institut Teknologi Sepuluh November  (ITS), Surabaya, Jawa TImur
4. 1982 Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Sumatera Utara
5. 1983 Universitas Indonesia (UI) Jakarta, DKI Jakarta
6. 1991 Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, Jawa Barat
7. 1993 Institut Teknologi Sepuluh November  (ITS), IKIP Surabaya, Universitas AIRLANGGA (UNAIR) Surabaya, Jawa Timur
8. 1996 Universitas Hasanuddin (UNHAS) Ujung Pandang, Sulawesi Selatan
9. 1997 Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Sumatera Selatan
10. 2000 Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat
11. 2002 Universitas Negeri Malang (UM), Malang, Jawa Timur
12. 2004 Universitas Udayana (UNUD), Denpasar, Bali
13. 2006 Universitas Negeri Semarang (Unnes)
14. 2008 Universitas Sri Wijaya (UNSRI) Palembang
15. 2010 Universitas Negeri Manado Sulawesi Tenggara
16. 2012 Universitas Negeri Padjadjaran, Bandung
17. 2014 Institut Sepuluh Nopember, Surabaya-11-14 Juni 2014
18. 2016 Universitas Riau Pekanbaru